JR – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan pangan masyarakat di berbagai daerah mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan permintaan terhadap bahan pokok seperti beras, daging, minyak goreng, dan gula menyebabkan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional mulai merangkak naik.
Menurut pantauan di beberapa pasar di Jakarta, harga daging sapi kini mencapai Rp160.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp140.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras premium mengalami kenaikan sebesar 5 persen, dari Rp14.000 menjadi Rp14.700 per kilogram. Harga minyak goreng curah juga meningkat menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp15.500 per liter.
“Setiap menjelang Lebaran, permintaan bahan pokok meningkat drastis. Banyak konsumen mulai membeli dalam jumlah besar untuk persiapan hari raya,” ujar Rudi, seorang pedagang di Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Kementerian Perdagangan menyatakan telah mengambil langkah antisipasi untuk menekan lonjakan harga. “Kami bekerja sama dengan Bulog dan distributor besar untuk memastikan stok pangan aman dan harga tetap terkendali,” kata Menteri Perdagangan, Rizky Mahendra, dalam konferensi pers di Jakarta.
Selain itu, pemerintah berencana menggelar operasi pasar di berbagai wilayah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. Operasi pasar akan difokuskan pada komoditas strategis yang paling banyak dibutuhkan selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Meskipun terjadi kenaikan harga, sebagian masyarakat tetap berupaya memenuhi kebutuhan pokok mereka. “Harga memang naik, tapi kebutuhan Lebaran harus disiapkan. Saya belanja lebih awal untuk menghindari kenaikan yang lebih tinggi,” ungkap Siti, seorang ibu rumah tangga di Bekasi.
Para ahli ekonomi memperkirakan lonjakan harga bahan pokok ini bersifat sementara dan akan kembali normal setelah masa Lebaran usai. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat dari pemerintah untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat memperparah kenaikan harga.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang dilakukan, diharapkan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga kebutuhan pokok yang berlebihan. (rim)