JR – Pulau Bali menjadi saksi pernikahan Aktris sekaligus model Luna Maya dengan Maxime Bouttier pada Rabu (7/5/2025).
Luna juga telah melaksanakan prosesi siraman di The Ubud Village Resort and Hotel, sehari sebelum pernikahan berlangsung.
Foto-foto penyiraman Luna Maya tersebar di berbagai platfom media sosial.
Prosesi siraman menggunakan adat Jawa. Air dari ujuh sumber berbeda digunakan untuk proses penyiraman.
Makna Siraman Calon Pengantin
Hakikat siraman bukan sekadar mandi sebelum melaksanakan ijab Kabul (Publikasi Rumah Jurnal UIN Walisongo terbitan 2013,).
Berasal dari kata “siram” yang artinya mengguyur atau mandi. Prosesi tersebut dilaksanakan agar seseorang bersih dari kotoran.
Bukan hanya membersihkan fisik, namun membersihkan jiwa dari dosa dan sifat-sifat negatif.
Dengan membersihkan jiwa, diharapkan agar ijab kabul berjalan lancar tanpa halangan.
Selain itu, pengantin bisa memasuki kehidupan baru sebagai suami dan istri dalam keadaan suci dan bersih.
Berdasarkan filsafat Jawa, untuk mencapai tujuan “Sangkan Paraning Dumadi” maka seseorang wajib membersihkan atau mensucikan diri.
Maksud dari “sangkan paraning dumadi” adalah ajaran leluhur orang Jawa agar manusia harus tahu dari mana dia berasal dan ke mana akan kembali.
Tata cara siraman Prosesi siraman berlangsung sehari sebelum ijab qabul dan waktunya ditentukan sesuai dengan kepercayaan Jawa.
Waktu terbaik untuk melakukan siraman adalah pukul 11.00 hingga 15.00.
Beberapa orang percaya, siraman di Waktu yang ditentukan itu sesuai dengan turunnya bidadari dari kahyangan.
Agar calon pengantin tampak cantik, seperti bidadari. Ada juga yang melangsungkan pada pukul 15.00 agar praktis.
Sebelum siraman, pengantin melakukan sungkeman kepada kedua orangtua.
Pelaku siraman dipilih dari anggota keluarga yang dianggap pantas.
Selain kedua orangtua kandung, pelaksana siraman terdiri dari: Sesepuh jangkep, orangtua yang sudah menikah dan bukan janda/duda karena perceraian agar calon mempelai bisa meneladani rumah tangga yang langgeng.
Termasuk sesepuh yang sukses dalam karier atau mendidik anaknya untuk menularkan harapan yang serupa.
Pelaku siraman berjumlah ganjil seperti 5, 7, 9, atau 13 karena dipercaya bahwa Tuhan menyukai bilangan ganjil. (*)