JR – Menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, harga berbagai komoditas pangan di Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan. Beberapa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging mengalami lonjakan harga di berbagai daerah.
Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, harga beras premium naik hingga Rp16.000 per kilogram dari sebelumnya Rp14.000 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada minyak goreng yang mencapai Rp20.000 per liter, sedangkan harga daging sapi menembus Rp150.000 per kilogram.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Rini Handayani, menyatakan bahwa lonjakan harga ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan menjelang bulan suci Ramadan dan faktor distribusi yang terhambat di beberapa wilayah. “Kami terus memantau pergerakan harga di pasar dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga,” ujarnya.
Pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk menekan laju kenaikan harga, di antaranya:
1. Operasi Pasar Murah. Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Bulog menggelar operasi pasar di berbagai daerah untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau.
2. Peningkatan Stok Cadangan Pangan. Pemerintah meningkatkan cadangan beras dan bahan pokok lainnya untuk menjaga ketersediaan di pasar.
3. Subsidi dan Bantuan Sosial. Pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat berpenghasilan rendah guna mengurangi beban akibat kenaikan harga pangan.
4. Pengawasan Distribusi dan Pasar. Pengawasan diperketat untuk mencegah penimbunan dan spekulasi harga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kenaikan harga pangan ini berdampak pada daya beli masyarakat, terutama di kalangan ekonomi menengah ke bawah. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan harga pangan di Indonesia dapat kembali stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. (dav)