JR – Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menjatuhkan sanksi berupa teguran lisan keras kepada Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Hardiyanto Kenneth.
Keputusan itu diambil usai menjalani sidang etik terkait tindakan ‘arogan’ memasuki jalur busway dan berselisih dengan petugas kepolisian.
Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta Yudha Permana mengatakan keputusan itu diambil setelah pemeriksaan langsung dari Hardiyanto Kenneth.
Dalam sidang tersebut, ungkap Yudha, Kenneth mengakui kesalahannya. Menyampaikan permohonan maaf kepada institusi terkait maupun masyarakat. Bahkan, berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.
“Kami telah memanggil Saudara Kenneth. Yang bersangkutan mengakui kesalahan, telah meminta maaf kepada institusi dan masyarakat, serta berkomitmen agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Yudha, Rabu (15/7/2026).
“Karena itu, BK menjatuhkan sanksi berupa teguran lisan keras,” ungkap dia.
Secara terpisah, Hardiyanto Kenneth membenarkan dirinya telah memenuhi panggilan Badan Kehormatan dan menerima seluruh keputusan yang dijatuhkan.
Ia menegaskan tidak akan mengomentari lebih jauh mengenai substansi putusan karena hal tersebut merupakan kewenangan pimpinan BK untuk menyampaikan kepada publik.
“Saya menerima keputusan Badan Kehormatan berupa teguran keras. Untuk penjelasan lengkap mengenai hasil sidang, silakan disampaikan oleh pimpinan BK,” kata Kenneth.
Kenneth juga mengakui tindakannya memasuki jalur khusus Transjakarta merupakan sebuah kekeliruan yang seharusnya tidak dilakukan oleh siapa pun, termasuk dirinya sebagai wakil rakyat.
Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting agar lebih berhati-hati dalam bersikap serta menjunjung tinggi kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
“Saya mengakui telah melakukan kesalahan karena memasuki jalur busway. Peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga agar saya bisa bertindak lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Selain mengakui kesalahan, Kenneth kembali menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang sempat muncul akibat insiden tersebut.
Ia menyebut persoalan dengan pihak kepolisian telah diselesaikan secara baik melalui komunikasi dan saling memaafkan.
“Saya meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian ini. Persoalan yang sempat terjadi sudah diselesaikan secara damai. Ke depan saya akan menjadikan pengalaman ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki diri,” kata dia. (hot)




